oleh

Banjir Menelan Korban Jiwa Di Perum Grand Kahuripan

Klapanunggal, Swaradesa.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor dalam 7 hari terakhir menyebabkan banjir di beberapa kecamatan di Kabupaten Bogor. Salah satu yang terparah adalah di perum grand kahuripan, Kecamatan Klapanunggal. Banjir ini menelan korban anak bayi yang masih berusia 1,5 tahun yang merupakan anak dari Ust. Azka (DKM Mushola An-Nur), beliau adalah tokoh masyarakat di wilayah tersebut.

banjir perum grand kahuripan, klapanunggal (foto: H.Jawawi.swaradesa.com)

Korban hanyut terbawa banjir yang cukup deras di depan rumahnya saat di tinggal sholat isya ke mushola oleh ibunya. Korban keluar membuka pintu tanpa sepengetahuan sang ibu yang sedang sholat, lalu korban hilang dan setelah 1 jam baru ditemukan di duga terbawa air sejauh 1 km tersangkut di selokan mushola An-Nur cluster bromo Perum Grand Kahuripan. Kejadian ini terjadi pada hari jumat, 10 Mei 2019 pukul 19.00 wib.

Baca Juga  Di Duga Bocor Saat Satpol PP Sidak ke Griya Pijat

Dari info yang di dapat swaradesa.com, selain intensitas hujan yang cukup deras di wilayah tersebut dalam 7 hari terakhir, penyebab lain nya adalah Drainise yang buruk di Perum Grand Kahuripan akibat tumpukan sampah yang berasal dari pasar malam. Ketinggian air mencapai -/+ 50 cm – 1,5 m.

“Saya memohon kepada pemerintah dan perangkat desa setempat, tolong perhatian nya, ini setiap hujan pasti banjir karena saluran air tersumbat sampah dari pasar malam, ini sudah berulang hampir setiap hujan deras cluster Bromo, cluster Patuha dan cluster Pangrango Pasti Banjir. Sekarang sampai menelan korban anak bayi meninggal. Kalau tidak segera diselesaikan drainase yang tersumbat itu apa mau tunggu ada korban lebih banyak lagi baru ada upaya dari perangkat desa?” Ujar salah satu warga yang mengungkapkan rasa kecewanya saat di wawancarai.

Baca Juga  Desa Di Buton Dapat Penghargaan Desa Terbaik Dari Kemendes PDTT

 

Pewarta : H.Jawawi

Editor : Dipa

Author: Dipa

Komentar