oleh

Ginandjar SH MH Angkat Bicara Terkait Pengeroyokan Wartawan Di Tegal

Bogor.swaradesa.com.Seorang Wartawan Bidik Operation News yang bertugas liputan di Tegal, Andy Prinyanyo menjadi Korban Pengeroyokan Orang tidak dikenal (OTK) sekira pukul 22. 15 Wib dipelataran.Parkir Jalinkos Slawi Kabupaten Tegal.(Jum’at, 11/1). Menurut Penuturan Korban, Andy peristiwanya bermula saat Korban mengambil Sepeda Motornya di Area Parkir Jalinkos. Dan tiba-tiba dari arah belakang ada sebanyak 5 (lima) orang tidak dikenal memukul serta menginjaknya secara membabi buta,” Kejadiannya pada pukul 22.15 Wib, saat ngambil sepeda Motor tiba-tiba saya diserang oleh orang-orang tak dikenal dari belakang,” ungkap Korban.

Dan akibat pengeroyokan itu, Korban mengalami luka lebam di Mata , pipi kanan, tulang hidung serta jari-jari tangannya. Ditempat terpisah Ketua Perkumpulan Wartawan Online ( PWO) Independen Jawa Tengah, Rahmat Da’wah mengecam keras tindakan brutal kepada Wartawan,” Ini ancaman bagi profesi Jurnalis, dan termasuk kejahatan yang harus ditundak tegas,” ujarnya. Bahkan Rahmat juga meminta Aparat Kepolisian untuk segera proaktif dan bisa menangkap para pelakunya,” Terlepas ada atau tidaknya yang berhubungan dengan pemberitaan, maka kasus ini murni kriminal yang harus segera diusut tuntas oleh APH.

Baca Juga  Bupati Ponorogo, memperbolehkan Kadesnya Menjadi Anggota Tim Kampanye Saat Pemilu 2019 Mendatang

Disamping pihak Kami pun melakukan investigasi atas kasus ini,” tandasnya. Dan hingga ditulisnya berita ini, solidaritas para Wartawan diberbagai daerah di Jawa Tengah mulai bermunculan sebagaimana yang diungkapkan Anggota PWOI Kabupaten Pemalang, Yudha,” Saya siap mencari informasi dan mengkonfirmasi atas kasus ini Pak,” ujarnya.

Di tempat terpisah Ginandjar SH MH Pengacara yang cukup disegani oleh lawannya yang berada di Kabupaten Bogor turut bicara dalam perkara ini.

Ginandjar SH MH mengatakan, Terlepas Dari UU No 40 tahun 1999 bahwa tindakan pelaku terhadap korban dapat dikenakan Psl 351 KUHPid namun siapakah yang menjadi pelakunya.?tentunya setelah mendapat rekomendasi pihak kepolisian untuk visum, dugaan tindak pidana penganiayaan dapat diduga adalah direktur dari badan usaha yg sedang dilakukan investigasi selain meihat record cctv yg ada disekitar TKP.

Tentunya kami GINELS & Co turut prihatin atas perbuatan pelaku terhadap korban, semoga siapa yang menyuruh dan siapa yang berbuat dapat segera sadar dan menyerahkan diri sebelum pihak berwajib melakukan tindakan pemberantasan premamisme.( Vio Sari/Tim Red)

Author: Yusup Prayoga

Komentar